Bookmarks
Archive
Bagaimana Blog saya menurut kalian ?
Visitor
Blog nu aya...
Bilik perkenalan
- Adam Ardiwinata
- Indonesia
- Adam ardiwinata begitulah orang memanggil ku, numpang lahir di bandung 2 Desember 1992, . misi utamaku adalah kuliah di luar negri dan memberangkatkan kedua orang tua ku naik haji, dengan gaji kerja di atas rata2 demi membahagiakan kedua orang tua.
Friends
jam dinding
Senin, 13 Desember 2010
Nanu "Warkop Prambors" Meninggal (Kompas, Rabu 23 maret 1983)
Published :
01.58
Author :
Adam Ardiwinata
JAKARTA, Kompas-Nanu Mulyono (31), yang pernah dikenal sebagai pelawak dalam group Warkop Prambors, meninngal dunia kemarin pukul 13.00 di RSCM jakarta karena sakit ginjal. Menurut keterangan yang diperoleh kompas, almarhum dibwa dirumah sakit sekitar pukul 09.00 selasa kemarin.
Pemunculannya yang terakhir sebagai pelawak ialah ketika ia tampil di layar televisi di malam tahun baru lalu. Kariernya sebagai pelawak dimulai tahun 1973 ketika dia bersama Kasino dan Rudy badil mengasuh acara Warung Kopi di radio Prambors."Kami muncul seminggu sekali di malam-malam seram,"kenang Rudy Badil pada acara yang muncul setiap malam jumat itu.
Di tahun berikutnya, Warkop Prambors dengan informasi Nanu Mulyono, Kasino, Dono, dan Indromembawa lawakanya ke pentas, bahkan film. Lawakan mereka sering dianggap "seram",apalagi bagi yang enggan banyolan yang menyerempet kritik sosial serta hal-hal cabul. Pernah seorang pejabat buru-buru pulang ketika menyaksikan grup lawak ini menyinggung-nyinggung korupsi dan kebocoran biaya pembangunan.
Nanu dalam lawakanya sering dikira orang Batak. Padahal, anak keenam dari tujuh bersaudara ini ayahnya almarhum orang Jawa, sedangkan ibunya Sunda. Namun, semasa sekolah pun gurunya pernah terkecoh, mengira Batak beneran."Ah, kamu. Tak kukira Jawa kowek!" ujar gurunya.
Warkop Prambors makin terkenal sejak mereka berempat membintangi film Mana Tahaaan...... Sesudahnya, Nanu yang oleh rekan-rekan dekatnya sering dipanggil Tullo nyaris saja renggang dengan grupnya ketika ia bermain dalam film Rojali dan Juleha.
Misterius
Karena sakitnya bulan Agustus 1980, nanu benar-benar tak pernah muncul lagi dengan ketiga rekanya, yang terus meniti sukses. Film Gengsi Dong! oleh Prambors memperoleh Piala antemas-sebuah penghargaan untuk film yang laku keras.
Nanu sendiri pernah mencak-mencak ketika seorang wartawan sebuah majalah ibu kota memberitakanya "sakit misterius" yang disebabkan oleh rekan-rekan sendiri. "Masa, diberitakan penyakit saya misterius dan penyebabnya rekan-rekan saya sendiri," ujarnya waktu itu. Yang jelas,Nanu memang diketahui mengidap penyakit pada saringan ginjal, nephrotic syndrome.
Selain menyenangi musik jazz dan fotografi, Nanu semasa aktif kuliah di FIS UI juga dikenal sebagai olahragawan.Dia di kenal sebagai pemain bola kaki, basket, dan juga tennis.
Namun karena penyakitnya ,dia akhirnya lebih sering di rumah, atau kalau keluar paling banter pergi ke laboratorium dan ke dokter. Berat badannya terus turun, bahkan pernah sesekali membanyol,"Ikan piranha dikasih makan badan gua juga enggak doyan."
Nanu lahir di Jakarta, 17 November 1952. menurut rencana ,almarhum akan dikebumikan hari Rabu ini di pemakaman Tanah Kusir, berangkat dari rumahnya di Jalan.Setiabudi Barat pukul 10.00. (DN/SNM)
From: Main-Main Jadi Bukan Main
Minggu, 12 Desember 2010
WARKOP PRAMBORS
Published :
05.00
Author :
Adam Ardiwinata
mereka adalah pelwak-pelawak yang penuh intelektual tinggi. inginrsanya aku berada dijaman mereka. namun almarhum kasino, dono, dan nanu sudah tidak ada. Pelwak sekaligus mahasiswa UI jurusan FISIP. apalagi almarhum dono asisten dosen. Ya Allah bimbing aku biar bisa masuk UI layaknya mereka.amin. hehehehe sukses terus WARKOP.
Usia Bukanlah Kendala
Published :
04.01
Author :
Adam Ardiwinata
Tua ??? itu pasti. Tahun demi tahun usia kan bertambah, beban moral dan material yang ada di orang tua kita perlahan-lahan akan kita warisi. Seandainya waktu bisa terulang kembali, pasti kuputar kembali pita film masa mudaku dulu. ketika adegan tertawa, becanda, dan kecewa semua bercampur aduk menjadi satu. Tanpa penyesalan aku anggap semua itu adalah cobaan. Cobaan yang diberikan tuhan tanpa melampui batas mahluk-mahluk yang paling disayanginya. Dan aku bersyukur sampai saat ini ruh kehidupan masih ditiupkan kedalam jasadku.
Tua ??? itu pasti. Tapi hati kecil ku berkata lain, bagaimana kalau masa tua ku nanti kulewati di panti penampungan orang tua. habis sudah roll film ku yang merekam semua episode 1 sampai sequel terakhirnya. Inikah yang akan ku dapatkan di masa tua ??? tanpa cucuku, anak2ku, dan keluargaku ?. mungkin mereka sudah tidak sanggup menanggung beban hidup ku lagi, sudah hilang simbiosis mutualisme di antara kita. sekarang aku hanya dianggap benalu yang selalu merusak dan menambah masalah. Tubuhku yang renta dan sudah tak sanggup berbuat apa-apa. Berjalan sulit, penglihatan kabur, dan kulit keriput yang kian menjamur. Bagaimana Aku mencari kerja ? apa sebaiknya aku menggelandang saja seperti mereka, dengan menegadahkan tangan atau bermodalkan kecrekan hanya demi sekeping recehan. Sungguh ironis aku pun rasanya mau menangis tapi buat apa ???? toh keadaan ku tak akan berubah dan akan begini seterusnya.
Tua ??? itu pasti. Bisa saja aku hidup mewah dan serba ada, tapi aku takut kalau harta yang ku gunakan itu di ambil dari orang-orang yang tak punya. Dan sisi kehidupanku yang mewah itu sama saja halnya di penampungan, tanpa anak2ku, cucuku, dan keluarga ku yang kucinta. Aku hanya bisa duduk termenung dan diam di kursi roda diiringi berbagai penyakit kronis sampai akhirnya waktu ku habis. Terlambat sudah untuk merubah alur ceritanya menjadi bahagia.
Tua ??? itu pasti. tapi itu belum terlambat bagi generasi-generasi penerus ku nanti. Kalian harus bisa menjadi orang yang berhasil kelak. Koreksi diri dan instropeksi sejak dini, jangan sampai sesal itu datang tanpa meberi salam. Hilangkan sifat-sifat negatif dan milikilah kepribadian yang jujur. dan akhirnya kau pun bisa mebuat alur ceritanya menjadi bahagia dengan anak-anakmu, cucumu, serta keluarga mu yang tercinta.
Tua ??? itu pasti. Tapi hati kecil ku berkata lain, bagaimana kalau masa tua ku nanti kulewati di panti penampungan orang tua. habis sudah roll film ku yang merekam semua episode 1 sampai sequel terakhirnya. Inikah yang akan ku dapatkan di masa tua ??? tanpa cucuku, anak2ku, dan keluargaku ?. mungkin mereka sudah tidak sanggup menanggung beban hidup ku lagi, sudah hilang simbiosis mutualisme di antara kita. sekarang aku hanya dianggap benalu yang selalu merusak dan menambah masalah. Tubuhku yang renta dan sudah tak sanggup berbuat apa-apa. Berjalan sulit, penglihatan kabur, dan kulit keriput yang kian menjamur. Bagaimana Aku mencari kerja ? apa sebaiknya aku menggelandang saja seperti mereka, dengan menegadahkan tangan atau bermodalkan kecrekan hanya demi sekeping recehan. Sungguh ironis aku pun rasanya mau menangis tapi buat apa ???? toh keadaan ku tak akan berubah dan akan begini seterusnya.
Tua ??? itu pasti. Bisa saja aku hidup mewah dan serba ada, tapi aku takut kalau harta yang ku gunakan itu di ambil dari orang-orang yang tak punya. Dan sisi kehidupanku yang mewah itu sama saja halnya di penampungan, tanpa anak2ku, cucuku, dan keluarga ku yang kucinta. Aku hanya bisa duduk termenung dan diam di kursi roda diiringi berbagai penyakit kronis sampai akhirnya waktu ku habis. Terlambat sudah untuk merubah alur ceritanya menjadi bahagia.
Tua ??? itu pasti. tapi itu belum terlambat bagi generasi-generasi penerus ku nanti. Kalian harus bisa menjadi orang yang berhasil kelak. Koreksi diri dan instropeksi sejak dini, jangan sampai sesal itu datang tanpa meberi salam. Hilangkan sifat-sifat negatif dan milikilah kepribadian yang jujur. dan akhirnya kau pun bisa mebuat alur ceritanya menjadi bahagia dengan anak-anakmu, cucumu, serta keluarga mu yang tercinta.
Jumat, 05 November 2010
Abah Sang Revolusioner
Published :
05.04
Author :
Adam Ardiwinata
Setiap saat selalu terpikir dalam benakku bahwa cari uang itu sulit. Berapa banyak harta yang telah aku habiskan dari dompet Abah ?, tak terhitung mungkin.Mulai dari biaya susu, baju, dan perlengkapan bayi pertama sampai uang SPP, uang jajan, uang bensin entah masih banyak uang-uang yang lainya.Sudah bisa diprediksi banyak hutangku pada Abah sudah melebihi inflasi di tahun 66.Bah....Bah...maafkan anakmu ini Bah. Semua biaya persalinan ibu engkau tanggung. Padahal ibu tahu bahwa hasil pendapatan hari ini belum begitu beruntung. Terkucur penuh peluh di badan, dan itu semua karena tuntutan zaman. Yang engkau pikirkan hanya anak sulungmu yang harus engkau selamatkan. Aku tidak akan lupa jasa-jasa mu Abah dan Ibu. terukir selalu namamu di dalam hatiku. Ku janji kelak nanti aku akan memberangkatkan kalian berdua ke tanah suci Mekah, agar tuntas rukun islam yang kelima.
Sudah banyak uang yang kuambil dari dompet mu bah. tak terhitung berapa nominalnya, sering ku ambil selembaran 50.000, terkadang 100 ribu pun ku ambil tanpa sepengetahuanmu. Malu rasanya kalu sampai engkau tahu. Sekali lagi maafkan anakmu. Banyak sudah bibir ini berkata dusta tak berhenti-henti. Sementara lidah ini senang tiasa berjanji tapi selalu ku ingkari. Satu impianku untuk menebus semua kesalahanku, aku ingin memberangkatkan kalian naik haji.
Sekarang umurmu sudah renta layaknya Soekarno di tahun 65, yang sudah tidak bisa leluasa memimpin bangsanya. Mendidik anak-anakmu sebagai anak yang sholeh dan sholehah menjadi cita-cita mu yang pertama, yang kelak akan mendoakanmu menuju Syurga. Kau yang mempelopori Revolusi di keluarga kami. Di keadaan krisis pun engkau sudah sering menerima asinnya garam dan pahitnya kopi kehidupan. Tak dapat kupngkiri bahwa kau adalah seorang pahlawan revolusi sejati. Akan kuceritakan kepahlawanan mu ke anak cucuku nanti... Nuhun Bah.
Senin, 25 Oktober 2010
Neng Geulis
Published :
07.23
Author :
Adam Ardiwinata
Neng Geulis. kusebut nama samaranya. setiap hari ku lihat saja dirinya dari kejauhan. karena aku seorang yang penakut. saat dia pergi hati senang tapi juga rindu, waktu dekat diam-diam jadi salah tingkah. membuatku jadi serba salah. belajar kurang konsentrasi mau tidur tetap terbayang di dalam mimpi. Aduh neng....jangan ikut take me out dulu ya. karena ada yang ingin ku ungkapkan padanya.
Neng Geulis nama samaranya. bel istirahat berbunyi ku lirik mata ku ke balkon lantai dua. kenapa belum keluar juga ya ??? jangan-jangan perilaku ku yang brutal ini membuat dia marah. gundah gulana hati ini rasanya. di ajak pulang bersama alasanya melimpah ruah, takut ya ???? aku gak makan orang kok. niat ku baik. tapi aku mengerti kalau dimatanya aku bukanlah yang terbaik.
Neng Geulis nama samaranya. lagu crisye Kisah kasih disekolah sementara ini bisa menjadi pengobat rinduku padanya. Ibarat kalo aku kabayan kamu pasti jadi nyi iteungnya.Dan kalo aku sophan sofyan kamu pasti jadi widyawatinya. mudah2an ini bukan cuman khayalan semata, memang cinta yang manisnya kayak madu
yang pahit bikin sengsara. sudah seperti sorga dan neraka.
Neng Geulis nama samaranya. bel istirahat berbunyi ku lirik mata ku ke balkon lantai dua. kenapa belum keluar juga ya ??? jangan-jangan perilaku ku yang brutal ini membuat dia marah. gundah gulana hati ini rasanya. di ajak pulang bersama alasanya melimpah ruah, takut ya ???? aku gak makan orang kok. niat ku baik. tapi aku mengerti kalau dimatanya aku bukanlah yang terbaik.
Neng Geulis nama samaranya. lagu crisye Kisah kasih disekolah sementara ini bisa menjadi pengobat rinduku padanya. Ibarat kalo aku kabayan kamu pasti jadi nyi iteungnya.Dan kalo aku sophan sofyan kamu pasti jadi widyawatinya. mudah2an ini bukan cuman khayalan semata, memang cinta yang manisnya kayak madu
yang pahit bikin sengsara. sudah seperti sorga dan neraka.
Sabtu, 23 Oktober 2010
COBAAN UNTUK REFORMASI
Published :
03.52
Author :
Adam Ardiwinata
Ketika para koruptor bebas dari hukum pidana.
Dan yang benar pun malah jadi sasaran pasal-pasal Jaksa.
Ketika seorang Sarjana Management Ekonomi
Berusaha melamar kerja sana-sini hanya demi sesuap nasi.
Dan ketika seorang Sarjana Pendidikan sudah tidak dapat mengajar
Kita sebut mereka semua sebagai seorang pengangguran.
Malu aku jadi orang Indonesia...
Kalau para koruptor masih tetap memperkaya dirinya.
Malu aku jadi orang Indonesia....
Kalau pancasila bukan lagi Ideologi negara kita.
Malu aku jadi orang indonesia...
Apabila usul ditolak tanpa ditimbang dan suara dibungkam tanpa alasan.
Alangkah lucunya negri ini
Kalau bumi bukan bulat tapi segi empat
Alangkah lucunya negri ini
Jika lagu INDONESIA RAYA kita rubah, dan kepada Koes Plus kita beri mandat.
Alangkah lucunya negri ini
Saat para pemuda sudah lupa arti perjuangan para pahlawanya
yang sekarang terdiam selamanya dan sudah menyatu dengan tanah.
Bagaimana kalau hutang-hutang Indonesia
dibayar dengan pementasan rendra
Bagaimana kalau pemerintah diizinkan protes dan rakyat kecil
mempertimbangkan protes itu.
Bagaimana kalau kesenian diberhentikan saja sampai disini dan kita pelihara ternak sebagai
pengganti.
Gusti....., Tolong bimbing hamba mu yang hina ini menuju jalan kebenaran.
Aku takut kalau sampai waktunya kita tidak perlu bertanya bagaimana lagi.
Selasa, 19 Oktober 2010
MAFIA
Published :
03.23
Author :
Adam Ardiwinata
Mafia....oh....Mafia.Begitulah ku sebut kelompok mereka. Yang terdiri dari 4 orang kepala, dan di atur oleh 1 orang pimpinanya. mereka bukanlah pria yang kejam dan bersenjata melainkan wanita berjilbab cantik jelita tapi licik hatinya. Semua kesempatan yang ada di ambilnya. Dari hal-hal terkecil sampai persoalan terbesar tak disisakanya.
Mafia...oh....Mafia.Watak mereka seperti teka-teki silang, yang harus ku cari jawabanya di kompas minggu depan. Cerdas, suka berhitung, dan pandai merayu menjadi nama tengah mereka. Hanya oramg-orang pilihan mereka, yang akan mereka bantu dan dijadikanya kawan. Ketika ku membutuhkan pertolongan mereka memberikan syarat yang bertubi-tubi. Dan saat para mafia ada dalam keterpurukan dan membutuhkan bantuan, kami menolongnya ikhlas sepenuh hati.HEY BUNG!!! sudah lupakah engkau akan balas budi ???? tidak akan berkembang kalian jika sudah lupa apa itu namanya berbagi.
Mafia...oh....Mafia. Tingkah kalian sulit ku tebak. Kadang baik hati, periang, dan sangat penyayang. Tapi itu semua di lakukan dengan terpaksa dan hanya merupakan formalitas belaka. Karena kalian pasti sudah menyiapkan ancang-ancang untuk menusuk ku dari belakang. Dan itu semata-mata kalian lakukan hanya demi meningkatkan martabat diri agar orang-orang disekitar memuji. Percuma kalian beribadah, kalau di hati kalian masih tersimpan jiwa-jiwa bedebah. Kaya ilmunya tapi tetap miskin akhlaknya ya buat apa ??? merugilah kalau hal ini masih diterapkan.
Mafia....oh....Mafia. Tapi aku juga sadar bahwa aku bukanlah mahluk yang sempurna, yang bisa mengatur waktu kiamat tiba. dan kalian juga tidak sepenuhnya kejam dan beringas. Karena satu persatu sifat-sifat buruk pikiran mereka mulai terlepas. Aku merasa mereka tidak salah semua, kelakuan mereka juga ada benarnya. sebaiknya akulah yang harus mengintropeksi diri ku sendiri. Sebelum mengeluarkan kata-kata yang membuat mereka sakit hati.
Mafia...oh....Mafia.Watak mereka seperti teka-teki silang, yang harus ku cari jawabanya di kompas minggu depan. Cerdas, suka berhitung, dan pandai merayu menjadi nama tengah mereka. Hanya oramg-orang pilihan mereka, yang akan mereka bantu dan dijadikanya kawan. Ketika ku membutuhkan pertolongan mereka memberikan syarat yang bertubi-tubi. Dan saat para mafia ada dalam keterpurukan dan membutuhkan bantuan, kami menolongnya ikhlas sepenuh hati.HEY BUNG!!! sudah lupakah engkau akan balas budi ???? tidak akan berkembang kalian jika sudah lupa apa itu namanya berbagi.
Mafia...oh....Mafia. Tingkah kalian sulit ku tebak. Kadang baik hati, periang, dan sangat penyayang. Tapi itu semua di lakukan dengan terpaksa dan hanya merupakan formalitas belaka. Karena kalian pasti sudah menyiapkan ancang-ancang untuk menusuk ku dari belakang. Dan itu semata-mata kalian lakukan hanya demi meningkatkan martabat diri agar orang-orang disekitar memuji. Percuma kalian beribadah, kalau di hati kalian masih tersimpan jiwa-jiwa bedebah. Kaya ilmunya tapi tetap miskin akhlaknya ya buat apa ??? merugilah kalau hal ini masih diterapkan.
Mafia....oh....Mafia. Tapi aku juga sadar bahwa aku bukanlah mahluk yang sempurna, yang bisa mengatur waktu kiamat tiba. dan kalian juga tidak sepenuhnya kejam dan beringas. Karena satu persatu sifat-sifat buruk pikiran mereka mulai terlepas. Aku merasa mereka tidak salah semua, kelakuan mereka juga ada benarnya. sebaiknya akulah yang harus mengintropeksi diri ku sendiri. Sebelum mengeluarkan kata-kata yang membuat mereka sakit hati.
Langganan:
Postingan (Atom)













