Sabtu, 28 April 2012

Miniatur Vespa, penuh arti dan bermakna Doa.


     Miniatur Vespa , penuh arti dan Bermakna Doa. berawal dari silaturahim ku kerumahmu. bulan desember tahun lalu , kau sempatkan untuk memberikan kenang2an kecil padaku. ia bukan sekedar pajangan semata, apik rapih terbungkus kardus dengan Logo "vespa" di sebelah kiri bodynya. Kuanggap itu Doa dari mu , Bahwa suatu hari kelak aku harus bisa mendapatkan Aslinya.

    Miniatur Vespa, Penuh arti dan bermakna Doa. pernah satu waktu aku bertamu ke rumahmu, indah rasanya dan terkenang akan masa2 nostalgia SMP. Duduk di dekat serambi sambil bertanya-tanya tentang kegiatan mu akhir2 ini. terkadang tersirat dipikiran ku apakah kita ini saling Suka ??? , layaknya Vespa dan tali kopling pasti kita saling membutuhkan satu sama lain.

   Miniatur vespa, penuh arti dan bermakna Doa. dia inginkan pria yang romatis, tapi sepertinya aku lebih terlihat jenaka dan agak sedikit bengis. di sela2 kita bercengkrama ,ku beranikan diri untuk bertanya "ehmm wahh pasti kamu udah punya pacar nih ? masa cantik begini pacarnya gak ada kan mubazir.hehe. jawabnya: Ahh belum ada yang pas dam.hehe. waduh dag..dig..dug rasanya ketika aku tahu dia masih sendiri, ibarat jok vespa , yang belum ada dudukan di belakangnya . apakah bisa aku mengisi kekosongan hatinya ???. Tapi aku malu untuk mengungkapkan hati ini kepadamu, karena aku sadar aku belum tentu pantas buatmu.

   Miniatur Vespa, penuh arti dan bermakna Doa. Setelah sekian lama tidak terdengar lagi tentang kabarnya, sekarang Alhamdullilah ia sudah punya pilihan yang cocok dan pas. aku sadar harusnya aku menggungkapkan rasa sayangku  dari awal. Tapi setidaknya selama kamu bahagia dengan pilihanmu Insyallah aku juga bahagia, walaupun agak sedikit perih di bagian akhrinya. Tapi tetap Miniatur vespa ini bisa menjadi Pengobat rindu hati ku padamu. tetap semangat dan percaya bahwa jodoh, kematian, kehidupan itu sudah diatur yang Maha Kuasa, kita sebagai manusia tinggal Ikhtiar berusaha sambil berdoa.


terima kasih miniatur vespa nya ya...

Jumat, 30 Maret 2012

Tangan-Tangan ahli Sang Maestro Roti.


    Tangan-tangan ahli sang maestro roti. Pak simin dan Pak astono dua kawanan yang akrab di pemanggang, berkarier di bidang bakery mereka geluti bukan hanya sebagai suatu pekerjaan, tetapi sebagai tuntutan untuk mendapatkan pengalaman dan ilmu pengetahuan. Sejak catering bandara itu berdiri di kemayoran , halim dan cengkareng saat ini, beliau berdua tetap menjadi sahabat sejati. pak simin sibuk dengan Roll2an macam mini bagguete , hard roll, dan italian sedangkan pak astono ahlinya french bread dan memantau proofingan dari kejauhan hingga proses pematangan. Takjub aku rasanya di usia mereka yang renta, tetapi tenaga masih seperti anak muda , 3 sampai 4 trolly bisa mereka sajikan hampir tiap hari.

  Tangan-tangan ahli sang maestro roti. Mereka bukan chef ?? mereka juga bukan berasal dari sekolah culinary. tetapi entah kenapa tangan2 koki dan chef pun tidak dapat menandingi. ada rasa yang berbeda dari roti buatan mereka. disana ditambahkan rasa cinta dan kasih sayang didalamnya, tak lupa gula ikhlas dan garam keyakinan mereka masukkan dan ragi pengalaman sudah menjadi suatu keharusan. Tak luput dimakan usia pak simin fans utama nia dinata pelantun lagu "gelas-gelas kaca" , belum lagi pak aston yang persis setipe dengan ku senang dengan lagu-lagu ABBA.

Tangan-tangan ahli sang maestro roti. sungguh besar pengabdian mereka, hampir genap 20 tahun lebih mereka ada di catering bandara, apakah yang muda bisa seperti mereka ??? tahan banting dan tak pantang arah. siap tidak siap kami akan kehilangan pak astono dan pak simin. Sang maestro roti yang akan pensiun dari bakery. terucap tanya dari ku pada pak astono " pak kalo misalkan harus kerja lagi bagaimana ? jawab beliau : "yahh dam kalo selama saya masih dibutuhkan ya saya siap2 saja dam tergantung atasan saja" dijawab dengan nada merendah dan tersenyum manis diakhirnya. mungkin dalam hatinya sungguh berat unutuk meninggalkan pekerjaan yang amat ia cintai ini.

Tangan-tangan ahli sang maestro roti. di sela sela kesibukan bekerja Pak simin pun terkadang menceritakan segala keluh kesahnya. ada satu pesan yang aku ingat selalu : "dam asalkan saya bisa nyekolahin anak sampe kuliah mah saya udah seneng, yang penting jangan kayak saya aja kerjanya susah". dan ternyata anak pertama beliau berhasil dikuliahkan hingga S1.

Tangan-tangan ahli sang maestro roti. bersyukur rasanya bisa tahu kehidupan mereka lebih jauh, Orang kecil belum tentu sedih dan yang kaya pun belum tentu senangmudah2an ini bisa menjadi pelajaran buat ku di masa depan 


Terima kasih pak Astono dan Pak Simin






ini produk2 yang mereka buat dan aku pelajari.

Minggu, 25 Desember 2011

Oven Tua menjadi Saksi Persahabatan Nan Kalis


   Oven tua menjadi saksi persahabatan nan kalis. berjumpa dari 6 bulan yang lalu kita masih terlihat sangat lugu dan pemalu. 20 pastry chef  masa depan  bertemu dalam dapur patiseri . berasal dari berbagai belahan daerah mulai dari cianjur, palembang, jambi, tangerang ,bandung, bogor,sukabumi dan bekasi. Watak dan sifat sifat mereka penuh dengan warna layaknya hiasan kue ulang tahun anak kecil yang diberi lilin diatasnya.


   Oven tua menjadi saksi persahabatan nan kalis. tidak terasa bulan desember sudah di depan mata, mulai dari jam 7 pagi sampai menjelang magrib  kita kuras tenaga seperti kerja rodi. Tapi semua itu terbayarkan ketika di sela sela istirahat kita penuhi dengan canda, tawa, dan guyonan. adonan tepung sudah menjadi makanan kita sehari hari, diolah menjadi roti ataupun kue sungguh nikmat tak tertandingi. eka pastry, lutfi bakery,dan juni sang oven man sudah menjadi julukan mereka. belum lagi fanny pie dan rizki dough, yang menjadikan dapur menjadi kian berwarna.

   Oven tua menjadi saksi persahabatan nan kalis. mamake panggilan sayang buat mba dewi karena beliau bagaikan orang tua kami sendiri. keahlinya nya mengasuh kedua anaknya dia bawa menuju tempat kerja. pekerja keras , dan keterbukaan adalah sifat utamanya. vingky si kumis, gita, alva dan lainnya menjadi pelengkap suasana canda. Sungguh indah bisa bertemu kalian semua, aku harap silaturahim ini bisa terus terjaga. Ibarat roti tanpa ragi pertemanan kita tak akan berkembang, tanpa adanya gula, ragi bisa mati dimakan garam. simpan selalu cerita ini agar menjadi catatan untuk masa depan....




Surat Cinta Seorang Pastry Chef


Dear adinda

   sudah lama kalisnya cinta kita, bagaikan tepung yang tak hilang glutenya. Tak terasa hari demi hari kita lewati bersama rolling pin , adonan, dan oven tempat kita dipertemukan. kini sudah saatnya ku Fold in cintaku kepadamu, aku takut hati ini terlalu lama overmix yang bisa menyebabkan cinta kita M fault.

   adinda ingat kah ketika tepung cakra , yeast, gula, dan garam di campur dan di buat sumur ??? aku menuangkan air dingin di sumur campuran itu. Tatkala semuanya menyatu kutambahkan butter agar membantu melembutkan adonan mu hingga kalis. perlahan-lahan tangan mu tidak terasa lengket lagi, sudah saatnya kita tutup adonan roti ini dengan plastik agar bisa berfermentasi dengan baik. terasa agak lama adonan roti pun kita buka tidak disangka besarnya 2 kali lipat dari sebelumnya, mudah2an ini menjadi awalan yang baik sebelum adonona roti ini kita knocking back, scalling, dan di moulding sedemikian rupa.

    setelah kita lewati tahap demi tahap pembuatanya , sampai lah dimana adonan roti ini harus kita baking bersama di suhu tinggi. kulihat  dari luar oven peranan yeast membantu perkembangan roti mu. terlihat semakin lama menuju kematangan sempurna.

    cepat- cepat aku angkat roti mu sebelum gosong dan keras kulitnya. alhasil setelah ku coba,  roti buatan mu memang luar biasa. masih terngiang di pikiran ku apakah aku sudah bisa menjadi yeast, gula dan garam yang cocok di hati mu ? dan apakah hubungan kita sudah berada di suhu yang tepat ??? jangan sampai cinta kita gosong dan keras dibagian luarnya.

   Ku harap kau tetap ingin men dusting cinta kita, sebelum hati ini di sprinkle oleh orang lain. Insyallah dengan telur dan gula yang di mix , cinta kita akan semakin terasa manis. Dan aku siap menjadi yeast yang menuntun perkembangan cinta kita agar besar dan kian sempurna. terima kasih adinda kau sudah mau menjadi mixing bowl buat ku...


Salam Sayang Kekasihmu..

Jumat, 10 Juni 2011

Balas Pantun jual - Beli






















Beli jeruk di Sukowati.
pulangnya lewat tabanan.
Perih rasanya ini Hati.
Kalau melihat  mereka berduaan.

Naik Primajasa dari Lebak bulus.
Turunya di tikungan Pamanukan.
Belajarlah mencintai ku dengan tulus.
Jika kau tak mau melihat kami berduaan.

Dari pamanukan ambil kiri lalu lurus.
sampai di depan,berhenti ke Rumah makan Ampera.
Bagaimana cinta ku mau tulus ??
kau saja tak pernah mau terbuka.

Ampera dari kebon jeruk.
Bukan cuma warung nasi.
Cinta kita sudah lama ambruk.
Akan susah di rajut kembali.

Kebon Jeruk Jakarta Barat.
Kelurahan Kedoya Selatan.
Cinta ini memang sekarat.
Tapi jangan jadikan beban.

Muter-Muter di Kedoya Selatan.
Tak Dikira tersasar sampai Gunung Sahari.
Kalau abang memang penjantan.
Lamar Aku besok pagi.

Oke Neng Siap!!!!!







                                                     

Sabtu, 04 Juni 2011

Keluarga Cemara Masih Ada

    Keluarga cemara masih ada. Sudah 6 tahun aku menjadi bagian dari mereka.Tak luput dari peranan penting, mereka selalu membantu ku dalam situasi genting.Entah apa resepnya, keluarga ini jauh dari sifat-sifat tercela.Ibarat lauk pauk mereka sudah termasuk 4 sehat 5 sempurna.Ada satu hal yang paling penting yang mereka ajarkan padaku."Agama" tanpa agama hidup ini bukanlah apa-apa.Tidak henti-hentinya mereka mengajaku dalam kebaikan.Mulai dari membaca Al-Quran,salat duha,dan salat wajib yang pantang ditinggalkan.
     
    Keluarga cemara masih ada.Abah Deden, bu Titis, dan anaknya Lucky menganggap aku layaknya keluarga sendiri.Terkadang ilmu pengetahuan yang tidak diajarkan di sekolah, aku bisa dapatkan dari rumah mereka.Nasehat Abahnya yang bijaksana, motivasi dari ibu Titis yang luar biasa, dan Lucky yang menjadi sahabat dikala senang maupun duka, telah memberikan secercah harapan untuk hari-hari yang ku jalani.Layaknya tali kopling Vespa silaturahmi mereka kepadaku senantiasa terjaga dan bertahan lama.

    Keluarga cemara masih ada.Watak mereka masing-masing sudah tergambar jelas.Abah yang pekerja keras,Lucky yang baik hati, dan ibu yang selalu menyayangi dengan tulus.Mereka memang keluarga yang luar biasa.Senang rasanya Allah bisa memperkenalkan ku pada mereka.Prinsip memberi selalu mereka pegang teguh.Tidak kenal yang namanya balas jasa apalagi meminta imbalan.Mereka memberi secara cuma-cuma tidak seperti membayar listrik yang sudah dipatok setiap bulannya.

    Keluarga Cemara masih ada.Ya Allah jangan engkau jauhkan aku dari keluarga penyayang ini.Sungguh mereka sudah seperti keluarga keduaku.Aku takut mereka tidak bisa membimbing aku lagi menuju jalan kebenaran.Karena aku tahu lambat laun maut akan memisahkan dan menjadi jurang pemisah duniaku dan dunia mereka.Tetapi kalau memang itu sudah kehendakmu aku terima dengan ikhlas,karena ada satu pesan yang akan selalu ku ingat dari mereka: " Tingkatkan akhlak mu,lakukan lah ibadah karena takut dengan Allah bukan dengan manusia.Jadilah jiwa mandiri dan percaya pada diri sendiri ".Ku ingat selalu pesan kalian dan kujadikan acuan untuk masa depan.

Terima kasih Abah, Ibu, Lucky.

Selasa, 08 Maret 2011

Angan-Angan Kecil

"Papa aku mau jadi Dokter". dulu ungkap kita ketika duduk di bangku Tk. semangat acungkan jari menjadi nomor satu ,urusan jadi dokter apa tidaknya belum terpikir sampai distu. Yang penting aku bisa dibilang anak yang aktif,ceria, polos, dan bersemangat. Masih banyak Cita-cita yang dijanjikan ketika TK dulu. " SIAPA YANG MAU JADI POLISI!!!!!" kata guruku dengan wajah sumringah dan menjanjikan. Jawab kami polos ya iya dan kami mau bu guru !!!!. Masih banyak cita-cita yang di janjikan ketika kita tk dulu kan ??? jadi Insinyur, Profesor, pelaut, ABRI ada ratusan bahkan ribuan cita-cita yang ditawarkan.

"Mama aku mau jadi Pilot". dulu ungkap ku ketika duduk di bangku Tk. Sirna sudah mimpi dan cita-cita itu sekarang. cita-cita kami sudah mulai di petak-petakan, kemampuan eksakta di nomor satukan dan non eksakta macam di lupakan. sudah tidak terpikir berapa banyak cita-cita ku dulu, sekarang kalau ditanya kau mau jadi apa ??? jawab ku ahhh yang penting aku jadi orang yang berguna. Jawaban yang abstrak , tak menentu, dan masih rancu. persaingan makin ketat yang mampu di utamakan, kita yang serba tidak bisa harus cari tahu dimana salahnya dan mau mencoba sebagai syarat utama.

"Mama-Papa aku mau jadi Pengusaha". dulu ungkap kita ketika di bangku Tk.   sekarang itu bukan lagi angan-angan dan pasti bisa jadi kenyataan asalkan kita ikhtiar berdoa dan pasrah kepadanya. kun fa yakun, impian-impian Tk kita dulu bisa jadi kenyataan. Harapan ? pasti ada, usha dan mau belajar dari kesalahan kita jadikan pangkal modal awal kita. aku ingin kembali polos ,ceria, dan bersemangat , ketika orang bertanya mau jadi apa ?? aku jawab dengan semangat Tk ku dulu "AKU MAU JADI PILOT BU GURU!!!!"